Waspadai Penyakit Virus Mers Yang Berlanjut Pada Kematian

antisipasi warga

MERS singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome penyakit yang berasal dari negara Saudi Arabia yang sempat meresahkan warga Indonesia terutama para calon jemaah Haji dan yang hendak menunaikan Ibadah Umroh. Mers penyakit coronavirus baru yang menyerang sistem pernafasan, virus ini seperti virus yang terdapat pada kelelawar dan unta. Kasus pertama penyakit ini ditemukan pada tahun 2012 hingga pertengahan 2013 tercatat 77 kasus yang terinfeksi virus Mers dan 40 kasus berakhir dengan kematian.

Gejala yang terjadi ketika terserang virus Mers Cov adalah gejala seperti demam, batuk, radang paru-paru, gagal ginjal, sesak nafas atau nafas yang pendek-pendek secara umum gejala virus ini mirip dengan flu. Dan penularan secara langsung dimungkinan karena percikan dahak ketika penderita batuk atau flu sedangkan penularan secara tidak langsung kontak dengan benda-benda yang terjangkit dengan virus tersebut. Virus ini akan menular pada manusia secara terbatas, tidak seperti penyakit flu yang menular tanpa batas dan bersifat berkelanjutan. Tetapi hingga saat ini belum ada vaksinasi yang menyembuhkan virus tersebut, obat yang diberikan hanya bersifat mengurangi gejala dan rasa sakit.

gejala batuk

gejala batuk

WHO (World Health Organtization) dan Center for Desease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat tidak mengeluarkan surat travel warning kepada negara-negara yang sudah terjangkit virus Mers Cov, dan negara yang telah terjangkit virus tersebut diantaranya Mesir, Kuwait, Uni Emirat Arab, Malaysia, Prancis, Italia, Filipina, Amerika Serikat, Jordania, Qatar, Tunisia, Oman, Yunani, dan Inggris. Pemerintah memberikan himbauan untuk masyarakat untuk mengantisipasi jika hendak bepergian ke negara-negara tersebut seperti jika mulai merasa demam, flu ataupun penyakit lain gunakan masker untuk menghindari penyakit kepada orang-orang disekitar.

 

menggunakan masker

menggunakan masker

Lakukan perlindungan diri terhadap penularan penyakit mers dengan beberapa cara berikut :

  1. Bila flu, batuk berdahak ataupun tidak berdahak usahakan menutup mulut dengan tissue sekali pakai
  2. Hindari menyentuh mata, hidung, mulut dalam keadaan tangan yang kotor atau belum dicuci
  3. Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami sakit, ataupun penggunaan barang bersamaan dengan orang yang sakit
  4. Sering-sering membersihkan barang yang sering disentuh dengan desinfektan

Contoh Kasus Pasien Yang Telah Terjangkit Virus Mers :

korban virus mers

korban virus mers

Menurut informasi TribunNews.com pada tanggal 7 Mei 2014 diberitakan seseorang meninggal disebabkan terjangkit penyakit virus Mers Cov, korban berumur 50 tahun dan kejadian bertempat di Denpasar Bali. Pasien memang mengalami penyakit paru-paru kronis, juga memiliki riwayat penyakit jantung dan pernafasan yang kurang baik sejak 1 bulan yang lalu. Dan hasil rontgenpun memberikan ciri-ciri pasien menjangkit penyakit paru-paru (PPOK) tetapi pasien baru saja pulang dari Umroh tanggal 4 April dan seminggu setelahnya pasien pergi berobat ke Rumah Sakit Sanglah.

Poto Paru-paru korban hanya menunjukan penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan fungsi pernafasan memburuk. Ujar dr Ken “korban memiliki penyakit lama, dan kemungkinan karena debu atau kelelahan yang membuat penyakit paru-parunya kambuh dan hal ini yang membuat keadaan pasien memburuk”.

menggunakan APD

menggunakan APD

Ia menjelaskan korban penyakit Virus Mers Cov harus diobservasi dan segera diisolasi karena faktor kemungkinan menularkan virus lewat partikel-partikel udara pada saat penderita batuk dan flu. Terlebih lagi partikel tersebut dimungkinkan mengandung mikroorganisme yang cepat menghilang dari udara sehingga membuat penularan virus ini terbatas. Hingga saat ini angka kematian karena virus ini cukup banyak, terlebih lagi bila penderita mengalami penyakit komplikasi diantaranya jantung, asma, darah tinggi dan diabetes. Penanganan jenazah untuk penderita penyakit inipun berbeda dengan jenazah yang meninggal biasa, petugas harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), hingga sampai jenazah dimasukkan kedalam petipun, penggunaan APD disarankan untuk masyarakat disekitar jenazah.

Comments

comments

Be the first to comment on "Waspadai Penyakit Virus Mers Yang Berlanjut Pada Kematian"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Share Ilmu Ke Teman-teman Yuk
Di Like Yaaa...
Social PopUP by SumoMe