Penyakit Ini Sedang Mewabah di Jepang

antisosial
antisosial

Penyakit mental yang sedang mewabah di Negara Jepang dan menyerang sekitar 1 juta penduduknya. Penyakit yang membuat penderitanya mengurung diri di dalam kamar selama bertahun-tahun, Penyakit ini disebut Hikikomori. Penyakit menarik diri dari dunia luar sehingga seluruh waktunya didalam kamar bahkan untuk buang air kecilpun selalu dikamar dan mereka menghabiskan hari-harinya dengan dunia maya, dengan mengisi waktu bermain game, membaca anime, atau mencari hobi dalam bentuk digital. Pada kenyataannya penyakit ini banyak dialami oleh laki-laki, namun sekarang penelitian mengatakan 47% perempuan mengalami penyakit ini. Walau Hikikomori termasuk penyakit mental, namun sangat dikwatirkan mewabah karena Hikikomori diderita oleh orang-orang yang sangat pintar dan cerdas.

Sampai akhirnya penelitian mengumpulkan data distribusi pengidap hikikomori , hasilnya sebagai berikut :

  • Usia 10-15 (8,4%)
  • Usia 16-20 (19,8%)
  • Usia 21-25 (20,8%)
  • Usia 26-30 (18,2%)
  • Usia 31-35 (10,2%)
  • Usia 36 ke atas (8,6%)
  • yang tidak diketahui 14,1%

Hal ini membuktikan bahwa kebanyakan pengidap hikikomori berusia remaja, dan tidak sedikit mereka yang telah lulus di Universitas terkenal. Hal ini tentu menjadi sebuah kekhawatiran untuk negara Jepang, karena rata-rata para hikikomori adalah seorang yang pintar dan memiliki keahlian lebih. Hikikomori lebih banyak diderita oleh kalangan menengah keatas.

ruang hikikomori

ruang hikikomori

Salah seorang Hikikomori dari Jepang bernama Yuto Onishi yang berumur 18 tahun, menghabiskan kurang lebih 3 tahun mengurung diri dalam kamar tidurnya, hal ini berawal ketika dia dikucilkan oleh teman-teman dan keluarganya. Ditambah mengalalami kegagalan untuk menjadi seorang pemimpim tim di sekolahnya, Onishi merasa malu. Hingga akhirnya Onishi memutuskan untuk mengisolasi dalam kamarnya, pada siang hari dia berkecimpung didunia maya. Dan pada malam harinya membaca komik/manga, sesekali menyelinap keluar kamar untuk mencari makanan.

 

mengurung diri

mengurung diri

Banyak penderita Hikikomori yang masih bergantung kepada orang tuanya, tinggal dengan orang tuanya, masih disediakan makanan oleh orang tuanya, dan segala jenis teknologi digital telah disediakan untuk menambah kenyamanan penderita Hikikomori. Yang di khawatirkan adalah jika orang tuanya sudah tidak ada, apa penderita Hikikomori dapat merawat diri sendiri tanpa bantuan orang tuanya?

Negara Jepang juga menyediakan lowongan pekerjaan yang begitu banyak, perbedaannya terdapat kerjaan yang separuh waktu dan kerjaan yang menetap dan mendapat tunjangan dana pensiun. Dengan adanya penderita Hikikomori Jepang mengalami banyak kerugian. Sampai akhirnya Jepang berani mengeluarkan dana banyak untuk menyembuhkan para penderita Hikikomori, namun anehnya kemungkinan para Hikikomori untuk sembuh sangat minimal.

Comments

comments

Be the first to comment on "Penyakit Ini Sedang Mewabah di Jepang"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Share Ilmu Ke Teman-teman Yuk
Di Like Yaaa...
Social PopUP by SumoMe