Mengenali Skoliosis Kelainan Tulang Belakang Dan Cara Mengatasinya

skoliosis
skoliosis

Apa itu Skoliosis?

Skoliosis ialah terjadinya kelainan pada struktur tulang belakang yang melengkung yang tidak normal dan menjadikan perubahan pada lengkungan tulang belakang. Anda pasti mengetahui bahwa bagian tulang belakang kita sangatlah vital bukan hanya sebagai pendukung ketika kita bergerak, namun organ-organ pada tubuh kita dapat terlindungi supaya tetap pada posisi yang semestinya. Ada kalanya kita sering melupakan masalah pada tulang belakang kita yang terkadang dihiraukan dan tanpa kita sadari tulang belakang kita mengalami perubahan lengkungan.

Pada umumnya penyakit skoliosis terbagi dalam 2 kategori yaitu :

1. Skoliosis struktural

skolsiosis struktural

skolsiosis struktural

Skoliosis Struktural merupakan kelainan yang bersifat bawaan atau lahir dengan kata lain genetik. Pada kasus ini terdapatnya perubahan lengkungan pada separuh bagian tulang belakang atau pada bagian lainnya yang mengalami kegagalan dalam proses pembentukan. Dalam hal ini bilamana skoliosis bawaan, menyebabkan semakin memburuknya kondisi tubuh maka perlu dilakukan penangan secepatnya.

2. Skoliosis Fungsional

Skoliosis Fungsional ialah kelainan yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak memiliki hubungan dengan bagian tulang belakang, misalkan terbiasa duduk dalam waktu lama dengan melipat salah satu bagian kaki yang lain atau membawa tas hanya pada satu bagian pundak secara terus menerus, maka otomatis akan terjadinya penyesuaian otot-otot sehingga mempengaruhi semua bagian tubuh.

Penyebebab skoliosis

Dalam beberapa kasus, terdapat 75-85% kasus dengan penyebab yang tidak diketahui atau bisa disebut dengan istilah idiofatik. Lalu 15-25% kasus diantaranya merupakan efek samping karena menderita kelainan lain seperti Distrofi otot , Sindrom Marfan dan penyakit lainnya. Bila kita lihat dari penyebabnya, terdapat 4 jenis diantaranya :

1. Skoliosis Kongenital.

Skoliosis Kongenital merupakan jenis skoliosis bawaan yang dalam arti lain dimana penderita sudah memiliki kelainan tulang belakang sejak lahir. Dalam hal ini sangat disayangkan karena para ahli belum dapat mengetahui penyebab utama seseorang dapat mengalami kelainan sejak lahir.

2. Skoliosis Neuromuskular

Kasus Skoliosis Neuromuskular terjadi diakibatkan terdapatnya kelainan otot dan sel-sel saraf pada tulang belakang selain itu kelainan juga dapat di akibatkan adanya gangguan disaat pembentukan tulang belakang.

3. Skoliosis Idiopatik

Skoliosis Idiopatik merupakan skioliosis yang sering kali ditemukan dikarenakan penyebab terjadinya sampai saat ini belum dapat diketahui. Hal ini sering terjadi pada kalangan wanita dibandingkan pria.

4. Skiolosis Degeneratif

Skoliosis Degeneratif adalah terjadinya kemunduran fungsi sel tubuh. Beberapa penyebabnya diantara lain faktor usia, berat badan yang berlebih, genetis serta aktivitas.

Gejala skoliosis

gejala skoliosis

gejala skoliosis

Tulang belakang yang merupakan bagian vital dalam tubuh kita untuk beraktivitas sehari-hari maupun sebagai penopang dan penghubung bagian atas dan bawah tubuh kita. Terkadang kondisi tulang belakang kita sering kali dihiraukan. Sehingga kita tidak menyadari apakah terdapat kelainan pada tulang belakang. Maka alangkah baiknya bila kita kenali gejala-gejala skoliosis diantaranya :

  • Tulang belakang melengkung ke arah samping
  • Tinggi bahu tidak sama
  • Sering sakit punggung
  • Pinggul tidak sejajar

Apabila kita abaikan kondisi tulang belakang maka hal tersebut akan berdampak pada kita sehingga dapat terkena penyakit seperti nyeri pinggang, lutut serta leher. Bahkan bila terlalu lama diabaikan dapat mengakibatkan gangguan pernapasan dan jantung. Hal ini tentu sangat mengganggu kita di saat beraktivitas sehari-hari.

Penanganan Skoliosis

Skoliosis terbagi menjadi 2 jenis menurut tingkat keparahannya yaitu skoliosis tingkat ringan dan berat.

A. Skoliosis Ringan

Skoliosis ringan memiliki lengkungan kurang dari 20 derajat dalam hal ini penderita masih mampu untuk berkegiatan sehari-hari layaknya orang normal. Namun bila tidak cepat ditangani maka akan berakibat memperparah lengkungan. Kurang lebih 4% dari anak berusia 10 hingga 16 tahun terkena skoliosis. Penyakit ini cukup sering di temui terutama pada kalangan anak perempuan. Bahkan kurang lebih 80% anak perempuan yang terkenda skoliosis cenderung memberat sehingga membutuhkan alat bantu penyangga hingga melakukan operasi.

Agar kondisi tulang belakang tetap pada kondisi prima maka cobalah lakukan beberapa hal mudah berikut :

1. Berjalan Tegak

berjalan tegak

berjalan tegak

Agar dapat membuat tulang belakang tegak dan pada tempatnya diperlukan 400 otot, berbagai urat daging serta pengikat sendi. Wow banyak sekali bukan? Ini lah mengapa banyak orang mengatakan jika berjalan mustilah tegak. Karena dengan kita berjalan tegak lengkungan alami tulang belakang kita akan terjaga.

2. Posisi Duduk Yang Baik

duduk yang benar

duduk yang benar

Seringkali kita disaat membaca, menonton ataupun bersantai-santai sambil duduk terkadang kita membungkuk dikarenakan pegal, cape bahkan tidak jarang kita merasa nyaman saat duduk membungkuk. Berhati-hatilah bila sudah keseringan melakukan hal tersebut akan membuat lengkungan tulang belakang kita berubah. Dengan duduk tegak dengan bahu yang rileks akan lebih baik bagi tulang kita.

 

 

 

3. Olahraga

olahraga

olahraga

Olahraga sangatlah berpengaruh bagi kesehatan tubuh kita. Otot merupakan alat gerak aktif yang ada pada tubuh kita. Dengan berolahraga tentunya akan berpengaruh terhadap kekuatan serta kelenturan otot. Seperti yang sudah saya sebutkan bahwa untuk membuat tulang belakang tegak memerlukan 400 otot, dari sekian banyak otot tersebut, otot perut merupakan otot terpenting dalam bekerjasama menyokong serta membuat tulang belakang agar tetap lentur. Beberapa olahraga yang berpengaruh terhadap otot perut adalah sit up, back up, ball crunch dan sikap lilin.

4. Nutrisi yang tepat

nutrisi yang tepat

nutrisi yang tepat

Jika olahraga sudah tidak asing lagi dalam kesehatan tentunya nutrisi pun mengikuti. Tulang memerlukan nutrisi yang baik guna memperkuatnya. Vitamin D mampu meningkatkan daya serap kalsium dan pekembangan tulang. Sedangkan Kalsium mendukung tulang serta struktur gigi. Bila kedua nutrisi tersebut terpenuhi secara seimbang maka tulang yang kuat pun akan tercipta. Untuk itu perhatikanlah kedua nutris penting ini dalam makanan yang anda makan setiap harinya.

5. Jauhi Kebiasaan Yang Tidak Seimbang

kebiasaan yang tidak seimbang

kebiasaan yang tidak seimbang

Gaya hidup yang salah dapat membuat diri anda terkena penyakit skoliosis. Dalam hal ini aktifitas yang menggunakan salah satu bagian tubuh. Seperti menggendong tas dengan menggunakan salah satu bagian pundak. Bila terlalu sering melakukan hal tersebut maka akan berdampak tulang belakang anda.

B. Skoliosis Berat

Namun pada kasus skoliosis tingkat berat yang meiliki lengkungan lebih dari 40 derajat di anjurkan untuk segera dikonsultasikan dengan dokter ahli. Dikarenakan pada lengkungan lebih dari 40 derajat penderita dapat mengalami gangguan paru-paru serta jantung dan bila dibiarkan ini akan berdampak fatal. Pada kasus ini dibutuhkan penangan serius oleh para spesialis tulang belakang.

Beberapa penanganan menurut tingkat keparahannya diantaranya :

1. Observasi

Observasi dengan X-ray untuk memantau perkembangan lengkungan. Hal ini dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pada kalangan anak-anak skoliosis yang diderita tidak terlalu parah dan belum memerlukan tindakan yang serius dikarenakan kondisi lengkungan dapat kembali normail seiring perkembangan anak.

2. Obat

Biasanya perawatan dengan obat-obat ini diberikan kepada penderita skoliosis dewasa karena ditujukan untuk meredakan rasa nyeri.

3. Penyangga

Pada penderita skoliosis yang lengkungannya sudah lebih dari 20 derajat akan diperlukan sebuah penyangga agar kondisi tulang belakang tidak semakin parah. Penyangga biasanya diberikan kepada anak-anak pada masa pertumbuhan.

4. Operasi

Ini adalah tindakan terakhir bilamana perawatan lainnya tidak berhasil maka diperlukan tindakan operasi bila lengkungan sudah lebih dari 50 derajat. Operasi ini ditujukan agar memperkuat tulang belakang. Selain itu operasi ini memiliki beberapa resiko seperti, pasian mengalami pergeseran infeksi, tangkai baja dan kerusakan saraf. Walau penanganan penderita skoliosis membaik dalam beberapa dekade belakangan ini, ironisnya pasien penderita skoliosis selalu memilih operasi sebagai pilihan terakhir.

Setelah mengatahui penjelasan diatas maka segerakanlah lakukan penanganan dan pemeriksaan sejak awal untuk mencegah semakin parahnya kondisi lengkungan tulang belakang.

Comments

comments

Be the first to comment on "Mengenali Skoliosis Kelainan Tulang Belakang Dan Cara Mengatasinya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Share Ilmu Ke Teman-teman Yuk
Di Like Yaaa...
Social PopUP by SumoMe