8 Hal Terpenting Untuk Mendidik Anak Agar Berprilaku Baik

mendidik anak
mendidik anak

Orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak yang baik? Semua orang tua juga ingin memiliki anak yang baik. Namun apa selama ini didikan orang tua telah benar? Anak hanyalah seseorang yang terlahir tanpa mengetahui apa-apa, bertambahnya umur tidak menjamin menjadi seorang anak yang baik. Tentu ada tips dan trik membuat anak berprilaku baik.

Lingkungan juga sangat berpengaruh penting untuk perkembangan anak, jadi bila lingkungannya kurang mendidik, tidak bisa dihindari bahwa anak akan tumbuh seperti itu juga. Mengatasi hal tersebut, mari berikan 8 hal terpenting yang terkadang tidak disadari orang tua. Apa saja? Yuk, baca lebih lanjut.

8 Hal Terpenting Untuk Mendidik Anak Agar Berprilaku Baik :

1. Memberi Contoh

memberi contoh

memberi contoh

Orang tua adalah seorang model untuk anaknya, apapun yang orang tua kerjakan biasanya diserap di fikiran anak lalu diikuti. Wow, bagaimana jika anda sesosok orang tua yang sering mengomel? Jangan harap anak anda lebih baik. Telah kami jelaskan diartikel sebelumnya tentang 16 Cara Mendidik Anak Agar Pintar dan Cerdas, point utamanya adalah komikasi sangat penting antara orang tua dan anak. Mau dalam sikap ataupun perhatian lebih. Seorang anak tidak harus dimaki, tidak harus diberi peraturan ini dan itu. Namun awali dengan sikap orang tua itu sendiri, perlahan beri penjelasan dan pengertian. Contohlah hal baik secara berkala dan jadikan suatu kebiasaan agar anak juga berfikir bahwa orang tuanya adalah contoh yang patut ditiru.

2. Tenang

tenang

tenang

Tidak ada masalah yang tidak bisa dihadapi, walaupun wanita cenderung berfikir kritis namun tidak ada salahnya berprilaku seolah tenang depan anak. Jika bisa, benar-benar memang tenang. Seorang anak dilengkapi dengan daya serap otak yang sangat cepat, hingga apapun yang mereka ingin cari tahu, mereka lakukan. Tidak sedikit anak yang mencari ulah untuk menyalurkan keingin-tahuan mereka. Dan ketika yang mereka lakukan salah, tetap berusaha tenang. Komunikasi dari hati ke hati. Lebih baik bertanya, dibanding mengatakan “Jangan!!!” atau lebih buruk memarahi si anak. Hal ini hanya akan membuat anak lebih tersudur dan tertekan. Alhasil, anak akan melakukan kesalahan yang sama, setidaknya dibelakang anda.

3. Pujian/Penghargaan

memuji anak

memuji anak

Jangan pernah berfikir memuji itu tidak penting, terutama untuk seorang anak. Anak akan selalu ingin diakui keberadaannya, terutama prestasinya. Hal sekecil apapun tindakannya jika benar maka pujilah. Maka dampak bagi psikologisnya, ia akan tetap melakukan hal tersebut, terus dan terus hingga hal itu menjadi sebuah kebiasaan. Selain itu, teruslah menceritakan kebaikan dan bersikaplah baik depan anak.

 

 

 

4. Bicara Sejajar Dengan Mata

berbicara pada anak

berbicara pada anak

Ketika orang tua sedang berbicara serius, orang tua harus menatap dalam-dalam pada mata anak. Ketika anak menegadah, akan sulit melihat ekspresi orang tua. Ada baiknya anda jongkok sebentar sambil memberi nasihat pada anak, hal ini menunjukkan keseriusan anda. Akan ada respon lebih spesial dari si anak untuk anda. Berbicara sejajar dengan mata anak juga dapat membantu mendengar apa yang anda bicarakan. Dengan cara inipula anda dapat memberikan kepercayaan pada anak atas apa yang anda ucapkan.

 

 

5. Dengarkan

dengarkan

dengarkan

Selain memberi nasihat, ada kalanya anda menjadi pendengar setia bagi anak. Seorang anak remaja aja akan terasa kesal bila ceritanya tidak didengarkan. Hal ini dapat memberi dampak, kurang percaya diri pada anak dan hasilnya? Anak akan tertutup. Jadi para orang tua, seberapa sibuknya anda, luangkan waktu untuk mendengar keluh kesal anak. Minimalnya tatap mukanya ketika curhat, jika tidak ada kontak mata berilah respon dari percakapannya. Bibit-bibit seperti inilah yang dapat membuat anak lebih terbuka pada orang tuanya.

 

 

6. Tidak Berbohong

tidak berbohong

tidak berbohong

Saya selidiki tingkat kebohongan orang tua pada anaknya terbilang sangat banyak. Logikanya, jika orang tua berbohong, apa anak akan jujur? Kembali pada point ke-1 untuk memberi contoh yang bagus. Seorang anak bukan bahan kibulan. Sadari, bahwa anak adalah bibit masa depan bangsa. Contoh kasus, ketika anak ingin suatu barang dan orang tua membohonginya dengan bilang akan membelikan buah di rumah. Dan ketika dirumah, Ibunya tidak membelikan buah. Apa yang anak rasakan? Kekecewaan yang teramat sangat. Begitu panjang dan luas dengan apa yang anak fikirkan, hingga akan mengurangi kepercayaan anak pada orang tuanya.

7. Tegas

tegas

tegas

Seorang anak akan merengek bila ingin sesuatu, sampai kapan anak merengek? Sampai anak berfikir, hal itu tidak perlu lagi. Tugas seorang ibu dan ayah, adalah tegas. Katakan tidak untuk sesuatu yang hanya membahayakan anak. Berikan pengertian pada anak secara halus, dan bila dia tetap tidak berhenti merengek, biarkanlah. Dan alihkan perhatiannya pada hal yang lebih berguna. Bila terulang lagi dan terus merengek, maka biarkanlah. Sedikit kasihan, namun bila tegas jalan yang berbaik untuk anak. Maka lakukanlah!!!

8. Sederhana dan Positif

sederhana dan positif

sederhana dan positif

Instruksi bukan berarti harus patuh. Anak memang bandel, namun bandel tersebut karena otak mereka masih kosong. Begitu banyak hal didunia yang ingin ia ketahui. Dan bila anak harus diberi pengertian, maka gunakan bahasa-bahasa sederhana dengan pemasukan hal-hal yang positif. Tidak usah kwatir anak tidak mendengar, karena tidak sedikit anak yang memiliki multi tasking. Masukan yang positif akan melahirkan sifat positif. Orang tua hanya berusaha, biar anak bereksplorasi dengan jalannya.

Comments

comments

Be the first to comment on "8 Hal Terpenting Untuk Mendidik Anak Agar Berprilaku Baik"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Share Ilmu Ke Teman-teman Yuk
Di Like Yaaa...
Social PopUP by SumoMe