4 Penilaian Salah Tentang Bagaimana Mengukur Kecerdasan Otak

kecerdasan otakkecerdasan otak
Share Ilmu Ke Teman-teman Yuk...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on StumbleUponShare on TumblrDigg thisShare on LinkedIn

Kecerdasan otak adalah hal yang kompleks, terkadang sesuatu yang biasa kamu dengar tidak sepenuhnya benar. Secara garis besar otak terbagi menjadi 2 bagian, dan berisi sel saraf, yang menyambung pada tulang sum-sum belakang. Selain itu otak juga terdiri dari otak besar, otak tengah dan otak kecil. Menjadi rahasia umum, bila seseorang ingin menjadi pintar.

Namun kembali lagi, cerdas adalah hal kompleks, diantara kamu mungkin ada yang menganggap cerdas itu orang yang bisa menghitung dalam sekian detik, atau mungkin cerdas itu seseorang yang bisa menjelaskan sejarah Indonesia lengkap dengan nama dan tahun. Perlu kamu ketahui, kecerdasan bukan dari segi akademik saja. Hal ini yang sangat disayangkan bagi orang-orang pintar namun tidak memiliki soft skill. Karena kehidupan zaman sekarang sudah tidak bisa mengandalkan otak saja, nah… disinilah kecerdasan lain berperan.

Lalu apa saja sih hal yang tidak bisa diukur mengenai kecerdasan?

4 Penilaian Salah Tentang Bagaimana Mengukur Otak :

1. Katanya Bermain Game Dapat Menambah Kecerdasan Otak

game

game

Para pakar memang membenarkan hal ini, namun hal ini hanya untuk penderita Alzheimer. Penyakit yang mengurangi daya ingat seseorang.

Namun pernyataan ini disalahgunakan, bermain game dalam jumlah tertentu tidak membantu kecerdasan otak, malah dengan game yang rutinitas itu-itu saja akan menumpulkan sebagian memori otak. Bagusnya, kamu bermain game hanya 10 menit sebelum mulai belajar atau bekerja. Hal ini hanya akan membantu kinerja konsentrasi otak kamu. Berani coba?

 

2. Semakin Cerdas Semakin Sehat

gangguan bipolar

gangguan bipolar

Kadang pernyataan ini keluar di mulut sebagian orang bahwa orang cerdas pasti bisa jaga kondisi tubuh mereka. Faktanya, banyak ilmuwan yang berprilaku gila. Salah satunya seorang Matematikawan bernama Paul Erdos yang hidup nomaden, ia menghabiskan waktu 19-20 jam perhari untuk mencari teori penting dalam matematika. Selama 2 tahun, ia selalu numpang hidup pada teman-temannya dengan alasan “fikiranku selalu terbuka”. Ia menginap 1-2 hari setelah itu, ia cari temannya yang lain untuk dimintain tumpangan istirahat.

Selain itu, banyak kasus, seseorang yang tingkat kecerdasannya yang tinggi, namun ia rawan mengalami penyakit skizofrenia dan bipolar. Jadi, siapa bilang semakin cerdas akan semakin sehat?

3. Mereka yang Tidur Normal Lebih Cerdas

tidur tidak teratur

tidur tidak teratur

Kebiasaan tidur normal hanya untuk menghindari penyakit diabetes, kanker dan depresi. Namun, sebenarnya tidur normal hanya membantu memaksimalkan proses metabolisme tubuh. Menurut penelitian, banyak orang-orang dari golongan tidur larut dan bangun siang ternyata bisa lebih cerdas. Tidur nomal hanya membantu proses peremajaan kulit dan melancarkan metabolisme tubuh. Adapun manfaat lain dari tidur larut, yaitu bisa melanjutkan pekerjaan yang sedang dilakukan dengan penuh konsentrasi.

Bila kita melihat jam tidur seorang ilmuwan multitalenta seperti Leonardo da Vinci, ia mengalami uber sleeping cycle, dimana jam tidurnya hanya 20 menit setelah 4 jam beraktifitas. Ia tidak mengalami tidur panjang, sepanjang usianya. Namun bila kita melihat lagi Albert Einsten, ia tidur hingga 10 jam perhari!!! Kesimpulannya, jam tidur tidak bisa menjadi penilaian seseorang itu pintar atau bodoh.

4. Tes IQ Bukan Untuk Mengukur Tingkat Kecerdasan

test IQ

test IQ

IQ yang memiliki singkatan Intelligence Quotient, bertujuan untuk mengukur kecerdasan anak. Test IQ terdiri dari beberapa macam, ada test tertulis dan ada test yang berupa gambar. Namun test yang dipercayai sebagai ukuran kecerdasan, ternyata tidak bisa menjadi panutan karena hanya akan menimbulkan sugesti. Bila kita lihat lingkungan sekitar, ada beberapa orang cerdas dimana IQnya normal, tapi dengan kebiasaan ia fokus mempelajari sesuatu kemampuannya lebih dari orang ber IQ tinggi. Penelitian di Kanada mengatakan bahwa kecerdasan juga bisa diukur dari daya ingat seseorang, kemampuan berimajinasi, kemampuan mengatasi masalah, kemampuan mengembangkan diri dan lain-lain.

4 faktor itu dapat membuatmu lebih giat untuk belajar, kecerdasan otak itu sangat lah kompleks dan tidak bisa diukur oleh beberapa hal. Semangat belajar adalah kunci awal untuk meraih kecerdasan.

Pernah dengar kabar kalau salah satu negara di luar memiliki jam belajar selama 5 jam? Para guru memberikan waktu untuk murid-muridnya untuk bermain lebih lama. Namun hal ini ternyata sangat bermanfaat.

tips mengasah otak

tips mengasah otak

Tips Mengasah Kecerdasan Kamu :

  1. Belajar terus
  2. Membaca cepat
  3. Istirahat selama 15 menit setelah 45 menit belajar
  4. Sarapan pagi
  5. Rutin bermeditasi
  6. Membuat Jurnal
  7. Istirahatkan otakmu sejenak!!
  8. Gunakan gerakan tubuh untuk mempelajari hal baru
  9. Olah kecerdasan EI
  10. Latih semua paca indra
  11. Konsumsi makanan yang kaya antioksidan
  12. Asah intuisi kamu
  13. Kurangi menonton TV
  14. Diawali fokus memperdalam 1 hal dulu
  15. Menulis
  16. Belajar Bahasa asing
  17. Berfikir Positif
  18. Asah kreatifitas
Share Ilmu Ke Teman-teman Yuk...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on StumbleUponShare on TumblrDigg thisShare on LinkedIn

Comments

comments

Be the first to comment on "4 Penilaian Salah Tentang Bagaimana Mengukur Kecerdasan Otak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Share Ilmu Ke Teman-teman Yuk
Di Like Yaaa...
Social PopUP by SumoMe